Puisi Gurit Winata
Maukah kau membaca,
kata demi kata yang aku tata,
kususun dalam puisi sederhana,
untuk mengungkap segenap rasa.
Kutulis puisi ini dengan ragu,
karena sebenarnya aku malu,
jikalau engkau menjadi tahu,
tentang yang kuinginkan padamu.
Tahukah kau, gadis?
dengan susah payah aku menulis,
kalimat-kalimat yang tak romantis,
untukmu sang pemilik senyum manis.
Tersendat-sendat coba kurangkai,
kata-kata yang tercerai-berai,
tapi tetap sebatas mengandai-andai,
dan biarlah ini menjadi puisi tak sampai
No comments:
Post a Comment